Mahasiswa D4 K3 UNUSA Edukasi Higiene dan Sanitasi Lingkungan Kerja kepada Buruh Pengupas Kerang di Desa Banyuurip


Bina Desa Banyuurip 2026
Gresik - Mahasiswa Program Studi Diploma IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (D4 K3) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melaksanakan kegiatan edukasi mengenai higiene dan sanitasi lingkungan kerja kepada buruh pengupas kerang di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja mengenai pentingnya penerapan higiene dan sanitasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif. Sebelum pelaksanaan edukasi, tim mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi lapangan untuk mengidentifikasi kondisi kerja serta kebutuhan mitra. Hasil observasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan materi edukasi sehingga informasi yang diberikan sesuai dengan kondisi nyata dan urgensi permasalahan yang dihadapi oleh buruh pengupas kerang.

Edukasi dilaksanakan secara tatap muka menggunakan media poster sebagai sarana penyampaian informasi. Materi yang disampaikan difokuskan pada penerapan higiene dan sanitasi lingkungan kerja, meliputi pentingnya menjaga kebersihan diri sebelum, selama, dan setelah bekerja, menjaga kebersihan peralatan yang digunakan, menjaga kebersihan area kerja, serta pentingnya pengelolaan limbah cangkang untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang bersih dan sehat. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh peserta, serta disesuaikan dengan kondisi kerja buruh pengupas kerang berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan sebelumnya. Selama kegiatan berlangsung, edukator juga membuka sesi diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat berbagi pengalaman serta menyampaikan kendala yang dihadapi dalam menerapkan higiene dan sanitasi di lingkungan kerja.Kegiatan ini diikuti oleh 19 buruh pengupas kerang. Meskipun sebagian peserta tetap melakukan aktivitas pengupasan karena harus memenuhi target produksi harian, mereka tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut terlihat dari perhatian peserta saat penyampaian materi, keaktifan dalam sesi diskusi dan tanya jawab, serta kemampuan peserta dalam menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan pada saat evaluasi.

Sebagai bentuk tindak lanjut, tim mahasiswa menyerahkan poster edukasi kepada mitra untuk dipasang di area kerja sebagai media informasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Diharapkan poster tersebut dapat menjadi pengingat bagi para pekerja untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Bina Desa Banyuuri 2026
Pada sesi evaluasi, peserta memberikan respons posisif terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Salah seorang buruh pengupas kerang mengungkapkan bahwa materi yang diberikan mudah dipahami karena sesuai dengan kondisi pekerjaan yang mereka lakukan setiap hari.

"Biasane nggeh kerjo ngono ae mbak, biasa. sakniki bar dijelasno nggeh, dadi ngerti nek kebersihan kuwi penting. Mboten mung kanggo awake dewe, tapi nggeh ben hasil kerange luwih apik lan luwih resik," ungkap salah seorang buruh pengupas kerang.

Yang berarti, "Selama ini kami bekerja seperti biasa saja. Setelah mendapatkan penjelasan melalui kegiatan edukasi ini, kami menjadi lebih memahami bahwa menjaga kebersihan sangat penting, tidak hanya untuk melindungi kesehatan diri sendiri, tetapi juga agar hasil kerang yang diolah menjadi lebih bersih dan berkualitas."

Dalam perspektif Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penerapan higiene dan sanitasi merupakan bagian dari upaya pengendalian risiko yang bertujuan mencegah timbulnya penyakit akibat kerja, menjaga kualitas lingkungan kerja, serta meningkatkan derajat kesehatan dan produktivitas pekerja. Lingkungan kerja yang bersih, peralatan yang terjaga kebersihannya, serta pengelolaan limbah yang baik menjadi faktor penting dalam menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat, khususnya pada sektor informal yang masih memiliki keterbatasan fasilitas pendukung.

Penerapan higiene dan sanitasi yang baik tidak hanya memberikan perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja, tetapi juga berkontribusi terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Lingkungan kerja yang bersih dan higienis dapat meminimalkan risiko kontaminasi selama proses pengolahan sehingga produk yang dihasilkan menjadi lebih higienis, memiliki kualitas yang lebih baik, serta mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan demikian, penerapan higiene dan sanitasi memberikan manfaat tidak hanya bagi pekerja, tetapi juga bagi keberlanjutan usaha dan nilai ekonomi produk.

Prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada hakikatnya sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan perlindungan terhadap jiwa (Hifz an-Nafs) sebagai salah satu tujuan utama Maqāṣid al-Syarī'ah. Menjaga kesehatan, mencegah penyakit, dan menciptakan lingkungan kerja yang bersih merupakan bentuk ikhtiar dalam menjaga amanah yang telah diberikan Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

وَأَنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

"...dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan..."
(QS. Al-Baqarah
[2]: 195)

Ayat tersebut mengajarkan pentingnya menghindari segala bentuk tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Dalam konteks dunia kerja, penerapan higiene dan sanitasi merupakan salah satu bentuk pencegahan terhadap risiko penyakit dan gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat lingkungan kerja yang kurang bersih.

Allah SWT juga berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan” diri."
(QS. Al-Baqarah [2]: 222)

Ayat ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan merupakan perilaku yang dicintai oleh Allah SWT. Nilai tersebut tidak hanya diterapkan dalam kehidupan pribadi, tetapi juga menjadi pedoman dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

Prinsip tersebut diperkuat oleh sabda Rasulullah SAW:

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

"Tidak boleh menimbulkan bahaya bagi diri sendiri maupun bagi orang lain."
(HR. Ibnu Majah No. 2341)

Hadis tersebut menjadi salah satu kaidah penting dalam Islam yang menegaskan bahwa setiap aktivitas hendaknya dilakukan dengan menghindari potensi bahaya. Prinsip ini sejalan dengan konsep dasar K3 yang mengutamakan pencegahan risiko sebelum terjadi kecelakaan maupun penyakit akibat kerja.

Melalui kegiatan edukasi ini diharapkan buruh pengupas kerang dapat menerapkan praktik higiene dan sanitasi secara lebih konsisten dalam aktivitas kerja sehari-hari. Dengan terjaganya kebersihan lingkungan kerja, kesehatan dan keselamatan pekerja, serta penerapan higiene dan sanitasi yang baik, diharapkan proses pengolahan kerang dapat berlangsung secara lebih aman dan menghasilkan produk yang lebih higienis, berkualitas, serta memiliki daya saing yang lebih tinggi. Dengan demikian, penerapan higiene dan sanitasi tidak hanya memberikan manfaat bagi pekerja, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas produk, kepercayaan konsumen, dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya budaya kerja yang sehat, aman, produktif, dan selaras dengan nilai-nilai keilmuan serta ajaran Islam.




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Berita Berawal dari sekolah perawat kini UNUSA jadi ikon pendidikan kesehatan di Jatim

Review jurnal kesehatan

Proses pelayanan kesehatan