Mahasiswa D4 K3 UNUSA Edukasi Higiene dan Sanitasi Lingkungan Kerja kepada Buruh Pengupas Kerang di Desa Banyuurip
Edukasi
dilaksanakan secara tatap muka menggunakan media poster sebagai sarana
penyampaian informasi. Materi yang disampaikan difokuskan pada penerapan
higiene dan sanitasi lingkungan kerja, meliputi pentingnya menjaga kebersihan
diri sebelum, selama, dan setelah bekerja, menjaga kebersihan peralatan yang
digunakan, menjaga kebersihan area kerja, serta pentingnya pengelolaan limbah
cangkang untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang bersih dan sehat.
Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif agar
mudah dipahami oleh peserta, serta disesuaikan dengan kondisi kerja buruh
pengupas kerang berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan sebelumnya.
Selama kegiatan berlangsung, edukator juga membuka sesi diskusi dan tanya jawab
sehingga peserta dapat berbagi pengalaman serta menyampaikan kendala yang
dihadapi dalam menerapkan higiene dan sanitasi di lingkungan kerja.Kegiatan ini
diikuti oleh 19 buruh pengupas kerang. Meskipun sebagian peserta tetap melakukan
aktivitas pengupasan karena harus memenuhi target produksi harian, mereka tetap
menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut
terlihat dari perhatian peserta saat penyampaian materi, keaktifan dalam sesi
diskusi dan tanya jawab, serta kemampuan peserta dalam menjelaskan kembali
materi yang telah disampaikan pada saat evaluasi.
Sebagai
bentuk tindak lanjut, tim mahasiswa menyerahkan poster edukasi kepada mitra
untuk dipasang di area kerja sebagai media informasi yang dapat dimanfaatkan
secara berkelanjutan. Diharapkan poster tersebut dapat menjadi pengingat bagi
para pekerja untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam
aktivitas kerja sehari-hari.
"Biasane
nggeh kerjo ngono ae mbak, biasa. sakniki bar dijelasno nggeh, dadi ngerti nek
kebersihan kuwi penting. Mboten mung kanggo awake dewe, tapi nggeh ben hasil
kerange luwih apik lan luwih resik," ungkap salah seorang buruh pengupas kerang.
Yang
berarti, "Selama ini kami bekerja seperti biasa saja. Setelah
mendapatkan penjelasan melalui kegiatan edukasi ini, kami menjadi lebih
memahami bahwa menjaga kebersihan sangat penting, tidak hanya untuk melindungi
kesehatan diri sendiri, tetapi juga agar hasil kerang yang diolah menjadi lebih
bersih dan berkualitas."
Dalam
perspektif Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penerapan higiene dan sanitasi
merupakan bagian dari upaya pengendalian risiko yang bertujuan mencegah
timbulnya penyakit akibat kerja, menjaga kualitas lingkungan kerja, serta
meningkatkan derajat kesehatan dan produktivitas pekerja. Lingkungan kerja yang
bersih, peralatan yang terjaga kebersihannya, serta pengelolaan limbah yang
baik menjadi faktor penting dalam menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat,
khususnya pada sektor informal yang masih memiliki keterbatasan fasilitas
pendukung.
Penerapan
higiene dan sanitasi yang baik tidak hanya memberikan perlindungan terhadap
kesehatan dan keselamatan pekerja, tetapi juga berkontribusi terhadap kualitas
produk yang dihasilkan. Lingkungan kerja yang bersih dan higienis dapat
meminimalkan risiko kontaminasi selama proses pengolahan sehingga produk yang
dihasilkan menjadi lebih higienis, memiliki kualitas yang lebih baik, serta
mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan demikian, penerapan higiene dan
sanitasi memberikan manfaat tidak hanya bagi pekerja, tetapi juga bagi
keberlanjutan usaha dan nilai ekonomi produk.
Prinsip
Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada hakikatnya sejalan dengan ajaran Islam
yang menempatkan perlindungan terhadap jiwa (Hifz an-Nafs) sebagai salah
satu tujuan utama Maqāṣid al-Syarī'ah. Menjaga kesehatan, mencegah penyakit,
dan menciptakan lingkungan kerja yang bersih merupakan bentuk ikhtiar dalam
menjaga amanah yang telah diberikan Allah SWT.
Allah
SWT berfirman:
وَأَنفِقُوا
فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا
ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
"...dan
janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan..."
(QS. Al-Baqarah
[2]: 195)
Ayat
tersebut mengajarkan pentingnya menghindari segala bentuk tindakan yang dapat
membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Dalam konteks dunia kerja,
penerapan higiene dan sanitasi merupakan salah satu bentuk pencegahan terhadap
risiko penyakit dan gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat lingkungan
kerja yang kurang bersih.
Allah
SWT juga berfirman:
إِنَّ
اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
"Sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang
menyucikan” diri."
(QS. Al-Baqarah [2]: 222)
Ayat
ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan merupakan perilaku yang dicintai oleh
Allah SWT. Nilai tersebut tidak hanya diterapkan dalam kehidupan pribadi,
tetapi juga menjadi pedoman dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih,
sehat, dan memberikan manfaat bagi banyak orang.
Prinsip
tersebut diperkuat oleh sabda Rasulullah SAW:
لَا
ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
"Tidak
boleh menimbulkan bahaya bagi diri sendiri maupun bagi orang lain."
(HR. Ibnu Majah No. 2341)
Hadis
tersebut menjadi salah satu kaidah penting dalam Islam yang menegaskan bahwa
setiap aktivitas hendaknya dilakukan dengan menghindari potensi bahaya. Prinsip
ini sejalan dengan konsep dasar K3 yang mengutamakan pencegahan risiko sebelum
terjadi kecelakaan maupun penyakit akibat kerja.
Melalui
kegiatan edukasi ini diharapkan buruh pengupas kerang dapat menerapkan praktik
higiene dan sanitasi secara lebih konsisten dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Dengan terjaganya kebersihan lingkungan kerja, kesehatan dan keselamatan
pekerja, serta penerapan higiene dan sanitasi yang baik, diharapkan proses
pengolahan kerang dapat berlangsung secara lebih aman dan menghasilkan produk
yang lebih higienis, berkualitas, serta memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Dengan demikian, penerapan higiene dan sanitasi tidak hanya memberikan manfaat
bagi pekerja, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas produk,
kepercayaan konsumen, dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya budaya kerja yang sehat, aman, produktif, dan selaras dengan nilai-nilai keilmuan serta ajaran Islam.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Komentar
Posting Komentar